Sri Mangunsarkoro, Perempuan Madiun yang Mengabdikan Hidup untuk Kemajuan Bangsa

Jauh sebelum Indonesia merdeka, lahir seorang perempuan yang memberikan sumbangsih besar bagi bangsa melalui pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Tokoh tersebut adalah Sri Wulandari Mangunsarkoro, atau lebih dikenal sebagai Sri Mangunsarkoro, yang lahir di Madiun pada 16 Mei 1905.

Sri Mangunsarkoro berasal dari keluarga S. Wirjodidjojo dan Amiyati. Sejak usia muda, ia memperoleh kesempatan menempuh pendidikan formal, meskipun pada masa penjajahan akses pendidikan bagi pribumi masih terbatas. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Berbekal ilmu yang dimiliki, Sri Mangunsarkoro aktif diberbagai kegiatan yang memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia. Ia kemudian dipercaya memimpin Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) sebagai ketua pertama. Dalam kiprahnya, ia dikenal sebagai sosok yang berani, tegas, dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan kaum perempuan.

Sri Mangunsarkoro sendiri juga menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan. Ia menempuh pendidikan di Holandsch Inlandsche School (HIS), kemudian melanjutkan ke Governements Meisjes Kweekschool, sebuah sekolah pendidikan guru putri pada masa Hindia Belanda. Latar belakang tersebut membentuk pandangannya bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun bangsa yang merdeka dan bermartabat.

Hingga kini, nama Sri Mangunsarkoro dikenang sebagai salah satu tokoh perempuan asal Madiun yang memberikan kontribusi penting bagi perkembangan pendidikan dan perjuangan perempuan di Indonesia. Pemikiran dan dedikasinya menjadi inspirasi bahwa perubahan besar dapat dimulai melalui pendidikan dan keberanian memperjuangkan hak-hak masyarakat.


Sirhan Alamsyah | Serat Dalem Medhioen.Ae

Tanggal Publikasi

July 29, 2026