Madiun – Kereta api telah menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Kota Madiun. Hubungan tersebut bermula sejak masa kolonial Belanda ketika jalur kereta api mulai dibangun dan Madiun masuk dalam jaringan perkeretaapian Jawa.
Peran Madiun sebagai kota kereta api semakin kuat dengan berdirinya fasilitas perawatan kereta api yang kini dikenal sebagai Balai Yasa Madiun. Fasilitas tersebut awalnya didirikan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 1882, sebelum kemudian resmi menjadi bagian dari PT Industri Kereta Api (INKA) pada 18 Mei 1981.
Jejak perkeretaapian juga terlihat dari sejumlah stasiun yang masih aktif maupun yang kini hanya menyisakan sejarah, seperti Stasiun Madiun, Caruban, Babadan, Saradan, hingga bekas jalur Madiun-Ponorogo yang memiliki stasiun seperti Sleko, Kanigoro, Pagotan, Dolopo, dan Mlilir.
Kedekatan masyarakat Madiun dengan kereta api masih terlihat hingga kini. Pada Agustus 2026, Stasiun Madiun tercatat melayani 146.705 pelanggan, terdiri dari 73.363 penumpang berangkat dan 73.342 penumpang tiba. Kondisi ini menunjukkan bahwa kereta api bukan sekadar moda transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Madiun.
Sirhan Alamsyah | Serat Dalem Medhioen.Ae