Perdebatan Derbi Arema vs Persebaya Membuka Memori Lama

Belakangan ini terjadi banyak sekali perdebatan akan rencana berjalannya laga Arema kontra Persebaya akhir April mendatang. Derbi Jawa Timur ini memang sudah berjalan sejak lama, bahkan seakan masih langgeng hingga sekarang. Namun beragam komentar muncul di media sosial tentang pro dan kontra akan terselenggaranya laga tersebut di Malang. Pada akhirnya kubu pro mendukung karena rasa kerinduannya menjamu musuh bebuyutannya di kandang sendiri. Disisi lain masyarakat yang kontra menilai akan resiko yang cukup besar mengingat akan tragedi tersebesar dalam sejarah sepak bola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Perdebatan yang kian memanas ini mengingatkan kembali akan luka lama masyarakat Madiun yang dikenal sebagai Tragedi Madiun Disaster. Pertemuan musuh bebuyutan antara Persekabpas kontra Arema di Stadion Wilis pada 10 April 2005 lalu. Kala itu Madiun terpilih sebagai lokasi pertandingan tersebut dan kondisi stadion memang baru saja selesai direhab. Pertandingan belum dimulai namun sudah terjadi bentrokan antar suporter dari kedua belah pihak. Kemudian berimbas kepada kerusakan fasilitas umum dan terdapat korban jiwa.

Terkait yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang maupun di Stadion Wilis Madiun merupakan sebuah pelajaran. Tragedi besar terjadi dan telah memakan banyak korban jiwa. Dari sini seyogyanya para pendukung bisa dewasa. Tragedi tersebut cukup dikenang, tidak untuk diulang.


Husein Abdillah | Abdi Dalem Medhioen.ae

Tanggal Publikasi

April 15, 2026